- #4
- Perlindungan
Cerita brand yang lengkap dengan konten A+
Peran konten A+ dan cerita brand
Bagian bawah halaman produk adalah area untuk menuntaskan keraguan tepat sebelum membeli. Di sini ada dua jenis konten dengan peran yang berbeda.
Pelanggan yang sampai ke bawah itu berbeda
Pelanggan yang menggulir sampai ke bagian bawah halaman produk adalah orang yang sudah serius mempertimbangkan pembelian. Ada dua alasan pelanggan di tahap ini pergi: keraguan terakhirnya belum terjawab, atau ia kembali ke produk pesaing yang sedang dibandingkan. Konten A+ dan Brand Story adalah alat untuk mencegah kedua jenis kepergian ini. Efektivitasnya sudah terbukti, sampai-sampai Amazon sendiri secara resmi menyebutkan bahwa penjualan meningkat ketika Konten A+ diterapkan.
Konten A+ bekerja di tingkat produk. Konten ini menuntaskan keraguan dengan penjelasan mendalam yang belum sempat disampaikan galeri, seperti fitur terperinci, konteks penggunaan, dan bagan perbandingan, lalu mengarahkan pelanggan ke produk Anda yang lain agar tidak pergi.
Brand Story bekerja di tingkat brand. Sekali dibuat, Brand Story tampil di halaman semua produk Anda. Dengan menunjukkan mengapa Anda mulai membuatnya dan apa yang membedakannya, Brand Story mengubah brand yang baru pertama kali dilihat menjadi 'brand yang layak dibeli'. Semakin baru brand Anda, semakin penting perannya.
Carousel Brand Story bisa diisi dengan tautan ke Storefront dan produk lain. Inilah pintu masuk yang membuat pelanggan tetap berada di dalam brand Anda: meski produk ini kurang cocok, pelanggan beralih ke produk Anda yang lain, bukan ke pesaing.
Apa yang perlu diisi
Inti Konten A+ bukan mengulang galeri, melainkan memperdalamnya. Jika galeri sudah menyampaikan 'alasan untuk membeli', Konten A+ adalah tempat untuk mengisi bukti bahwa alasan itu bisa dipercaya. Contohnya bahan dan cara pembuatan, informasi sertifikasi dan pengujian, perbandingan sebelum dan sesudah pemakaian, serta jawaban atas pertanyaan yang sering diajukan pelanggan. Pada modul bagan perbandingan, tampilkan lini produk Anda berdampingan agar pelanggan yang merasa produk ini kurang cocok tetap menemukan pilihan lain di dalam brand Anda.
Brand Story terdiri dari kartu perkenalan brand serta kartu tanya-jawab. Paragraf singkat yang menjawab 'mengapa kami memulai', 'apa yang membedakan kami', dan 'apa yang kami janjikan kepada pelanggan' sudah cukup. Ukurannya bukan seberapa panjang tulisannya, tetapi apakah kalimatnya tetap terasa wajar saat tampil di halaman semua produk.
Konten A+ memiliki dua tingkatan. Konten A+ Basic adalah kombinasi modul gambar dan teks, sedangkan Konten A+ Premium dapat memakai gambar yang lebih besar hingga modul video dan interaktif, sehingga lebih menguntungkan untuk konversi. Namun, Premium hanya bisa dipublikasikan jika Anda memenuhi syarat kelayakan tambahan yang ditetapkan Amazon.
Ada dua syarat kelayakan utama yang umum diketahui: Brand Story sudah dipublikasikan di semua produk brand Anda, dan Anda memiliki riwayat pengajuan Konten A+ yang disetujui dalam jumlah tertentu (5 kali) atau lebih dalam 12 bulan terakhir. Artinya, Konten A+ Premium adalah tahap berikutnya yang terbuka bagi penjual yang sudah lebih dulu menjalankan Konten A+ Basic dan Brand Story dengan konsisten. Inilah juga alasan artikel ini membahas Brand Story sekaligus. Meski begitu, syaratnya bisa berubah sesuai kebijakan Amazon, jadi sebaiknya periksa ketentuan terbaru di Seller Central sebelum memublikasikan.
(Kedua konten hanya bisa dipublikasikan oleh penjual yang terdaftar di Amazon Brand Registry. Pembuatannya bisa dilakukan sebelum terdaftar, tetapi pendaftaran diperlukan saat publikasi.)

Cara Oneable membuatnya
Oneable AI membuat thumbnail hingga Konten A+ dalam satu set dari rencana pemasaran yang sama. Itulah sebabnya pesan di galeri dan pesan di Konten A+ tersambung menjadi satu cerita. Brand Story dibuat di tingkat brand dengan menganalisis poin daya tarik brand secara otomatis dari informasi produk. Sekali dibuat, Brand Story dipakai bersama di semua produk. (Brand Story segera hadir.)
